10 January, 2013

Biodata Iblis: Tak Kenal Maka Tak Benci...

Nama : Iblis
Gelaran : Laknatullah ‘Alaihi (semoga Allah melaknatnya)
Lahir : Sebelum diciptakan manusia
Tempat tinggal : Bilik air, jamban atau rumah yang tidak disebut nama Allah ketika memasukinya
Singgahsana : Di atas air
Rumah masa depan : Neraka Jahanam, seburuk-buruk tempat tinggal
Agama : Kafir


Jawatan : Pimpinan Umum orang-orang yang dimurkai Allah dan sesat
Tempoh Jawatan : Hingga hari Kiamat
Pekerja : Setan jin dan setan manusia
Rakan Kerja : Orang yang diam daripada kebenaran
Ejen : Dukun dan paranormal
Musuh : Kaum Muslimin
Kekasih Di Dunia : Wanita yang minatnya bertelanjang dan pamer aurat
Keluarga : Para taghut


Cita-cita : Ingin membuat semua manusia kafir
Moto : Kemunafikan adalah akhlak yang paling utama
Hobi : Menyesatkan manusia dan menjerumuskan ke dalam dosa
Lukisan Kesayangan : Tatu
Mata Pencarian : Mencari harta yang haram
Makanan Kesukaan : Bangkai manusia (ghibah)
Tempat Kesukaan : Tempat-tempat najis dan tempat maksiat
Tempat yang Dibenci : Majlis ilmu dan temat-tempat ketaatan kepada Allah
Alat Komunikasi : ghibah (mengumpat), namimah (adu domba) dan dusta

Ikrar :
1. Melakukan kebatilan
2. Menamakan maksiat dengan nama yang indah
3. Menamakan ketaatan dengan nama yang tidak disukai
4. Masuk melalui pintu yang disukai manusia
5. Menyesatkan manusia secara bertahap
6. Menghalang-halangi manusia daripada kebenaran
7. Berlagak sebagai penasihat


Kelemahan :
1. Terdiam di hadapan orang yang ikhlas
2. Tewas menghadapi orang yang berilmu
3. Lari daripada suara azan
4. Lari dari rumah yang dibacakan surah al-Baqarah di dalamnya
5. Menghindari orang yang berzikir kepada Allah
6. Menangis ketika melihat orang bersujud kepada Allah

Diringkaskan dan diadaptasi daripada kitab “Wiqayatul Insan minal Jin wasy Syayaathin”, karya Wahid Abdus Salam Bali, oleh : Abu Umar Abdillah



Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu daripada syaitan yang direjam...
Read more...

09 January, 2013

Jika al-Qur'an boleh berkata-kata...

Waktu engkau masih kanak-kanak, engkau laksana kawan sejatiku. Dengan wudu', aku kausentuh. Dalam keadaan suci, aku kaupegang, kaujunjung dan kaupelajari. Aku engkau baca dengan suara lembut setiap hari. Setiap kali selesai membacaku, engkau pun selalu menciumku mesra, didakap di dada.


Sekarang engkau telah dewasa... Kejauhanmu dariku dari sehasta, kini sudah berkilometer... Barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu atau tidak meningkatkan statusmu. Menurutmu, aku hanya untuk anak-anak kecil yang ingin belajar mengaji mengikut tradisi.


Sekarang aku engkau sorok sehingga engkau lupa di mana aku terperosok.


Kadangkala, aku dijadikan perhiasan di rak, agar engkau kelihatan warak. Kadangkala, aku dijadikan hantaran, agar engkau tampak beriman. Atau, aku kaubuat penangkal untuk menakuti hantu dan syaitan. Kini aku lebih banyak dilupakan, dibiarkan bersendirian dalam kesepian atas almari, di dalam laci, aku engkau pendamkan.

Dulu...pagi-pagi...surah-surah yang ada padaku engkau baca beberapa helai, tanpa lalai. Pada malam hari, di masjid, di surau aku kaubaca beramai-ramai.

Sekarang...waktu sarapan...aku sudah lama dilupakan. Surat khabar atau menonton TV menjadi pilihan. Waktu senggang, buku dan majalah tak pernah renggang. Sedangkan aku yang berisi ayat-ayat Allah yang diberi pahala membacanya, engkau tutup sebelah mata...  

Dalam perjalanan ke tempat kerja, kadang-kadang engkau lupa membaca pembuka surahku (Bismillah). Engkau lebih asyik menikmati lagu daripada ayat-ayat Allah yang penuh syahdu. Tidak ada tempat untuk cakra padat yang berisi ayat-ayat Allah yang penuh berkat. Sepanjang perjalanan, radio yang kaupasang hanya memutarkan lagu dan celoteh lagho juruhebah yang dungu. 

Di meja kerjamu, tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau mulai tugasmu. Di komputer peribadimu pun kau mainkan muzik khayal yang kononnya merdu. Jarang sekali engkau mainkan ayat-ayatku yang pasti dapat menghilangkan runsingmu. Ayat-ayatku dalam e-mail teman-temanmu juga kau lupuskan tanpa memberi ruang meneliti mesej yang ingin mereka sampaikan.

Kini aku semakin jauh, semakin terpinggir, semakin terasing…





Hidup terindah adalah hidup di bawah naungan al-Qur’an.. Orang beriman selalu rindu akan al-Qur’an.. Cinta Allah bererti cinta al-Qur’an. Al-Qur'an adalah untuk dibaca, dipelajari, direnungkan dan diamalkan. Mari bersama-sama kita kembali kepada al-Qur’an...

Read more...

08 January, 2013

Ingatlah, jangan jadi bakhil...

Ketahuilah bahwasanya segala yang ada pada kita ini tidaklah ada yang kita punya. Kita datang ke dunia ini tidak membawa apa-apa. Barang-barang dan harta benda yang kita peroleh di sini bukan satu jua pun hak kita. Kesemua itu adalah kesempatan yang cuma diberikan kepada kita sementara waktu.

Setelah kita mati tidak satu pun harta itu yang akan kita bawa ke kubur, selain daripada tiga lapis kain kafan. Bagaimanapun banyak mana sekalipun harta benda yang ada di dalam rumah kita, kalau kita fikirkan dengan saksama, hanyalah pinjaman daripada Allah kepada kita belaka. Kalau hal ini kita ingat baik-baik, kita akan segera menafkahkannya, kita tidak akan bakhil. Fikirkanlah dengan saksama, kita misalkan orang yang memiliki berkodi-kodi pakaian, berpuluh-puluh helai kain sarung dan beratus-ratus kain yang lain, fikirkanlah hanya berapa yang kita pakai setiap hari? Rupanya sekadar menutup aurat pada hari itu. Demikian juga harta benda yang lain.

Abuya HAMKA

Kalau hal itu kita fikirkan, perlu apa kita bakhil?

Begitulah, apabila keimanan yang tebal kepada Allah dan Rasul-Nya, harus dibuktikan dengan kesudian menafkahkan harta benda yang ada pada kita. Kerana orang yang beriman kepada Allah selalu yakin bahwa Allah tidak akan membuat dirinya terlantar dalam hidup. Harta yang ada pada diri kita adalah pemberian daripada Allah. Kita percaya akan pemberian itu. Maka kalau sekali kita telah percaya bahawa harta itu datang daripada Allah, mengapa kita tidak percaya bahawa yang kita berikan di jalan Allah itu akan diganti-Nya? - HAMKA -



Ya Allah, hindarkan kami daripada segala sifat bakhil...

Read more...

linkwithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...